rasmul qur'an
RASM QUR’AN ATAU ROSMUL QUR’AN
Rasm qur’an atau rasm ustmani atau
rasm ustman adalah tata cara menuliskan al_qur’an pada masa khalifah ustman bin
affan singkatnya rasmul qur’an adalah ilmu yang mempelajari penulisan mushaf
al_qur’an dengan cara khusus.Baik dalam penulisan lafal_lafal nya maupun
bentuk_bentuk huruf yang digunakannya.
Penulisan al_qur’an pada masa nabi
muhammad saw dilakukan oleh para
sahabat_sahabat nabi ,nabi juga mebentuk juru tulis apabila wahyu diturunkan
,diantara mereka ialah:zaid bin tsabit, ubai bin ka’ab, dan tsabit bin qals.[1]
Istilah yang terakhir bersamaan pada lahirnya mushaf ustman ,yaitu mushaf yang
ditulis panitia empat diantaranya ialah: zaid bin tsabit, abdullah bin zubair,
said bin al_ash ,abdurrahman bin al_harits.[2]Penulisan
mushaf ialah penulisan dan peletakannya harus direstui oleh ustman r.a serta
para sahabat yang sepakat
A.Sejarah
perkembangan rasmul qur’an
Pad waktu itu mereka menulis
al_qur’an berdasarkan petunjuk nabi muhammad saw.Baik dalam penulisan
urutannya,mereka tulis di kulit binatang, pelepah kurma, tulang_tulang dan lain
sebagainya.Pada masa khalifah abu bakar terjadi peperangan terhadap yang murtad
dari agama di peperangan tersebut kurang lebihnya 70 hafiz qur’an mati syahid,
maka umar pun gelisah karena banyaknya penghafal qur’an yang mati syhid umar
takut al_qur’an akan dilupakan ,maka umar mengajukan untuk mengumpulkan
catatan_catatan menjadi satu.Maka dibentuklah tim khusus diantaranya: zaid bin
tsabit dengan anggota abdullah bin zubair abdurrahman bin haris bin hisyam dan
said bin asy’ats.mereka menulis al_qur’an berpedoman pada hafalan_hafalan para
sahabat nabi, penulisan al_qur’an ini sering disebut dengan mushaf ustman atau
rasmul usmani.
B.cara_cara
penulisan al_qur’an
Didalam bahasa arab ada tiga metode
penulisan yaitu mushaf usmani ,penulisan arud (ilmu yang menimbang syair) dan
penulisan biasa yaitu ,penulisan biasa seperti yang digunakan sehari_hari.
Pada dasarnya apa yang ditulis harus
sesuai dengan apa yang diucapkan tanpa ada penamabahan atau pengurangan bahkan
pergantian ,memperhatikan permulaan dan akhir ucapan serta pemisahan dan
persambungan .
Istilah
rasmul qur’an diartikan sebagai pola penulisan al_qur’an yang digunakan ustman
bin affan dan sahabat_sahabatnya ketika menulis dan membukukan al_qur’an, yaitu
pola yang ditulis oleh panitia empat mushaf usman ditulis dengan kaidah itu
menjadi enam yaitu:
1. Al_hadzf (membuang,menghilangkan atau
meniadakan huruf) contohnya menghilangkan huruf alif pada huruf yaa (nida’)
2. Al_jiyadah(penambahan) seperti
menambahkan huruf alif setelah huruf waw
3. Al_hamzah, salah satu kaidahnya bahwa
apabila hamzah berharkat sukun ditulis dengan huruf harkat yang sebelumnya
(anjalna)
4. Badal(penggantian) seprti huruf alif
ditulis dengan waw sebagai penghormatan pada kata
5. Washal dan fashl (penyambungan dan
pemisahan) seperti kata kul yang diiringi dengan kata ma ditulis dengan
bersambung.
6. Kata yang dapat dibaca dua bunyi.Suatu
kata yang dapat dibaca dua bunyi ,penulisannya disesuaikan dengan salah satu
bunyinya ,didalan penulisan mushaf ustmani,penulisan kata semacam itu ditulis
dengan menghilangkan alif ,boleh dibaca dengan menetapkan alif yakni dengan dua
alif dan boleh juga tidak menetapkan alif yakni dengan satu alif.
Sebagian besar para ulama
berpendapat bahwa rasmul qur’an merupakan kesepakatan cara penulisan yang
disetujui oleh ustman dan diterima oleh umat, sehingga wajib diikuti dan
ditaatati bagi siapa saja yang ingin menulis al_qur’an
Komentar
Posting Komentar