FAWATIH AL-SUWAR
FAWATIH
AL-SUWAR (PEMBUKA- PEMBUKA SURAT)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
KELOMPOK 13
NAMA :
NIM :
ROSMAINI
HARAHAP
1630200034
RIZKIA NOVRIDA
HASIBUAN
1630200048
DOSEN PENGAMPU :
ZILFARONI,S.Sos.I.,M.A.
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN)
PADANG SIDIMPUN
T.A
2017
PENDAHULUAN
Selain sebagai mukjizat terbesar Rasulullah SAW, Al-Qur’an adalah lautan
ilmu yang tidak akan habis-habisnya untuk dikaji dari berbagai sisi. Di antara para ulama bahkan orientalis pun tidak
ketinggalan untuk mengetahui rahasia di balik teks-teks Al-Qur’an tersebut. Ada
yang mencoba mengelaborasi dan melakukan eksplorasi lewat perspektif keimanan,
histories, bahasa dan sastra, pengkodifikasian, kemu’jizatan, penafsiran serta
telaah kepada huruf-hurufnya, adapula yang mengkaji dari segi sosio-kultural dan
hermeuneutika.
Salah satu
pengkajian dan sekaligus pembuktian kemukjizatan Al Qur’an adalah kajian
terhadap kata-kata pembuka Al Qur’an. Sebagaimana telah diketahui bahwa Al
Qur’an terdiri dari 114 surat, ternyata setiap surat diawali dengan beberapa
macam pembukaan yang dalam hal ini dinamakan Fawatih al-Suwar.
FAWATIH AL-SUWAR
(PEMBUKA-PEMBUKA
SURAT)
A.
Pengertian
fawatih al-suwar
bahasa فواتح السوار merupakan terdiri dari dua kata, yaitu
kata فواتح dan السوار ,
kata فواتح adalah bentuk jamak
dari kata فاتح yang berarti permulaan, pembukaan,
pendahuluan, sedangkan kata السور
jamak dari سورة
yang mengandung arti المنزلة حمع سور (turun, kumpulan surat). Maksudnya adalah
kumpulan dari sejumlah ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan sudah
ditentukan jumlahnya.[1]
Sedangkan secara istilah
fawatih al-suwar adalah suatu ilmu yang mengkaji tentang bentuk-bentuk huruf, kata atau kalimat permulaan surah-surah
Al-Qur’an.[2]
B.
Kegunaan
Fawatih Al-Suwar
adapun kegunaan dari pada fawatih as-Suwar adalah :
1. Sebagai peringatan kepada Nabi Muhammad SAW, Allah
mengetahui bagian-bagian waktu dimana Nabi sebagai seorang manusia
kadang-kadang sibuk, maka dari itu Jibril menyampaikan Firman Allah seperti Alif
Lam Mim, Ha Mim dan lainnya, dengan suara Jibril supaya Nabi
menerima dan memperhatikannya.[3] Akan tetapi, pendapat di atas dibantah oleh Rasyid
Ridha. Menurutnya, Nabi selalu siap menanti kedatangan wahyu. Peringatan itu
menurutnya ditujukan kepada orang-orang musyrik Mekkah dan Ahli Kitab Madinah
agar mereka tertarik mendengar Al-Qur’an dan hati mereka menjadi lunak kepada
Nabi.[4]
2.
Menarik
perhatian bagi orang-orang musyrik, di saat orang-orang musyrik menganjurkan
supaya tidak mendengarkan Al-Qur’an di waktu Nabi membacanya, Allah berkehendak
untuk menarik perhatian mereka dan mendatangkan kepada mereka sesuatu yang
tidak mereka ketahui yang menjadi sebab agar mereka diam dan mendengarkan apa
yang dibacakan Nabi. Maka apabila mereka mendengar huruf muqotho’ah ini mereka merasa
heran dan menyuruh teman-temannya untuk mendengarkan bacaan Nabi.[5]
C.
Memperindah
dan menyempurnakan bentuk-bentuk penyampaian, sebagai sarana pujian dan
dipandang untuk merangkum semua materi yang akan disampaikan lewat kata-kata
awal, dalam hal ini surat al-Fatihah dapat digunakan sebagai ilustrasi dan
suatu pembuka yang merangkum keseluruhan pesan ayat dan surat yang terdapat
dalam Al-Qur’an.acam-macam Fawatih Al-Suwar
Dalam Al-Qur’an terdapat
sepuluh macam bentuk Fawatih al-Suwar ,
macam bentuk itu ialah sebagai berikut:[6]
1. Pembukaan surat dengan lafaz pujian الثناء
Dalam Al-Qur’an terdapat empat belas surat yang
diawali dengan lafaz yang mengandung
pujian kepada Allah SWT, dan lafaz sanjungan ini ada dua bentuk, yaitu :
a.
إثبات
yaitu sanjungan kepada Allah SWT dengan mempergunakan kata-kata yang
menetapkan sifat-sifat terpuji bagi Allah SWT. Seperti pemakaian katanya
adalah الحمد , ada lima surat
dalam Al-Qur’an yang dimulai dengan kata
الحمد yaitu Qs. Al-Fatihah, Al-An’am, Al-Kahfi, As-Saba’, Al-Fatir. Kemudian juga
yang termasuk dalam kategori إثبات adalah yang dimulai dengan kata تبارك yang terdapat dalam dua surat yaitu Al-Furqan
dan Al-Mulk.
b.
تنزية
yaitu penggunaan kata sebagai awal surat yang menunjukkan bersihnya Allah
SWT dari sifat-sifat tercela, contohnya dalam surat yang menggunakan kata-kata
Tasbih. Ada tujuh surat di dalam
Al-Qur’an yang dimulai dengan Tasbih, yaitu Al-Isra’, Al-Hadid, Al-Hasyar, As-Shaf, Al-Jumu’ah,
At-Taghobun, Al-A’la.
2. Pembukaan surat dengan lafaz النداء
(panggilan)
Ada sepuluh surat di dalam Al-Qur’an yang dimulai
dengan lafaz seruan dengan berbagai bentuk:
c.
Sebagian
seruan ditunjukkan untuk orang yang beriman dengan menggunakan يأيها الذين امنوا
, bentuk seruan seperti ini terdapat dalam tiga surat yaitu Al-Maidah,
Al-Mumtahanah dan Al-Hujarat.
d.
Ada juga Nida
yang ditujukan secara khusus untuk Nabi Muhammad dengan kalimat يأيها النبي , model pembukaan surat yang semacam ini
terdapat dalam tiga surat, yaitu Al-Ahzab, At-Tholaq dan At-Tahrim, juga
kalimat spesifik yang ditujukan kepada Nabi yaitu dengan menggunakan يأيها المدثر pada surat Al-Muddatssir dan يأيها المزمل pada surat Al-Muzammil.
e.
Seruan yang
ditujukan kepada manusia secara umum dengan kata يأيها الناس yang terdapat dalam dua surat, yaitu An-Nisa’
dan Al-Hajj.
3. Pembukaan surat dengan jumlah Khabariyyah (kalimat
berita)
Ada dua puluh tiga surat yang dimulai dengan jumlah
Khabariyyah, yaitu surat Al-Anfal, At-Taubah,
An-Nahl, Al-Anbiya, Al-Mukminun, An-Nur, Az-Zumar, Muhammad, Al-Fath, Al-Qomar,
Ar-Rahman, Al-Mujadalah, Al-Haqqah, Al-Ma’arij, Nuh, Al-Qiyamah, ‘Abasa,
Al-Balad, Al-Qadar, Al-Bayyinah, Al-Qari’ah, Al-Takatsur dan Al-Kautsar.
4. Pembukaan surat dengan huruf Qasam (sumpah)
Ada lima belas surat yang dimulai dengan huruf
qasam, yakni surat As-Shaffat,
Adz-Dzariat, At-Thur, Al-Najm, Al-Mursalat, An-Naziat, Al-Buruj, At-Thoriq, Al-Fajr, As-Syamsi,
Al-Lail, Ad-Dhuha, At-Tin, Al-Adiyat
dan Al-Ashri.
5. Pembukaan dengan huruf syarat
Ada tujuh surat yang dimulai dengan huruf syarat:
surat Al-Waqi’ah, Al-Munafiqun,
At-Takwil, Al-Infithor, Al-Insyiqoq, Az Zalzalah dan Al-Nashr.
6. Pembukaan surat dengan Amar (perintah)
Ada enam surat yang dimulai dengan amar, yaitu surat
Jin, Al-Alaq, Al-Kafirun, Al-Ikhlas,
Al-Falaq dan An-Nas.
7. Pembukaan surat dengan bentuk Istifham
(pertanyaan)
Ada enam surat yang dimulai dengan Istifham, yaitu
surat Al-Insan, An-Naba,
Al-Ghosyiyah, Al-Insyroh, Al-Fiil dan Al-Ma’un.
8. Pembukaan surat dengan lafaz do’a. Ada tiga surat
yang dimulai dengan bentuk seperti ini, yaitu surat Al-Muthoffifin, Al-Humazah
dan Al-Lahab.
9. Pembukaan surat dengan Ta’lil (ilat)Pembukaan
surat Al-Qur’an yang dimulai dengan ta’lil hanya ada satu surat yaitu surat
Al-Quraisy.
10. Pembukaan surat yang dimulai dengan huruf Muqatha’ah
(huruf potong)
Ada dua puluh sembilan surat yang dimulai dengan
huruf Muqatha’ah. Bentuk-bentuk huruf Muqatha’ah itu adalah :
a.
Ada yang
terdiri dari satu huruf, ini terdapat dalam tiga surat yaitu surat Shad, Qaf
dan Al-Qalam.Ada yang terdiri dari dua huruf, ini terdapat dalam sepuluh surat,
yaitu surat Al-Mukmin, Fussilat, As-Syuro, Az-Zuhruf, Ad-Dhukhon, Al-Jatsiyah, Al-Ahqab, Thaha, Yasin dan
An-Naml.
b.
Ada yang
teridiri dari tiga huruf, ini terdapat dalam tiga belas surat, enam surat
dimulai dengan alif lam mim, yaitu surat Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Ankabut,
Ar-Rum, Luqman, As-Sajadah. Lima surat dimulai dengan Tho sin Mim dalam surat
As-Syu’aro dan Al-Qashash.
c.
Ada yang
terdiri dari empat huruf, yaitu surat Al-A;raf yang dimulai dengan huruf Alif
Lam Mim Shod dan surat Ar-Ra’du yang dimulai dengan Alif Lam Mim Ro.
d.
Ada yang
terdiri dari lima huruf, ini terdapat satu surat yaitu surat Maryam yang dimulai
dengan Kaf Ha Ya’Ain Shad.
D.
Perbedaan
Pendapat Ulama Tentang Fawatih Al-Suwar
Para ulama berbeda
pendapat mengenai kemampuan manusia mengetahui makna huruf muqaththa’ah (huruf
potong) yang terdapat di awal beberapa surat. Adapun diantara pendapat mereka adalah
:
a.
Menurut Ibn
Abbas, berdasarkan riwayat Ibn Abi Hatim, huruf-huruf itu menunjukkan nama
Tuhan. Alif Lam Mim, yang terdapat dalam pembukaan surat Al-Baqarah,
ditafsirkan dengan Ana Allah A’lam (Akulah Tuhan Yang Maha Tahu). Alif Lam Ra’
ditafsirkan dengan Ana Allah Ara (Akulah Tuhan Yang Maha Melihat).[7]
b.
Menurut Sayyid
Al-Quthub, huruf-huruf itu mengingatkan bahwa Al-Qur’an disusun dari
huruf-huruf yang lazim dikenal oleh bangsa Arab, yaitu tujuan Al-Qur’an pertama
kali diturunkan. Dalam pandangannya pula, misteri dan kekuatan huruf-huruf itu
terletak pada kenyataan bahwa meskipun huruf-huruf itu begitu lazim dan sangat
dikenal, manusia tidak akan dapat menciptakan gaya dan diksi yang sama
dengannya untuk membuat kitab seperti Al-Qur’an.[8]
c.
Huruf-huruf tersebut
adalah termasuk kepada ayat mutasyabihat, dan yang mengetahui tentang maksud
hanyalah Allah SWT. Maka itu itulah sebabnya kebanyakan buku tafsir membuat
komentar setelah ayat tersebut dengan ungkapan “Allah a’lam bimuradih (hanya
Allah yang lebih mengetahui maksudnya). Diantara ulama yang berpendapat
demikian adalah Sufyan Ats-Tsauri dan
Asy-Sya’bi.[9]
d.
Huruf-huruf ini disebutkan di awal surat untuk
menjadi penjelas kemu’jizatan Al-Qur’an, serta bahwa makhluk lemah dari melawan
(mendatangkan tandingan) yang semisal ini, sekalipun dia hanya tersusun dari
huruf-huruf ejaan yang saling berkaitan sehingga menyusun sebuah kalimat.
Pendapat ini disebutkan oleh sekelompok peneliti, diantaranya Ar-Razi,
Al-Qurthubi dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Al-Hafizh Al-Mizzi juga
berpendapat demikian.[10]
e.
Rasyid Ridha
berpendapat bahwa huruf-huruf tersebut ialah tanbih yang dihadapkan kepada
orang-orang musyrik di Mekkah.[11]
f.
Al-Kuwaibi
berkata: huruf-huruf tersebut merupakan tanbih bagi Nabi, mungkin suatu waktu
Nabi sibuk dan sebagainya.[12]
Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa fawatih
al suwar dengan huruf-huruf muqatho’ah merupakan kemukjizatan Al-Qur’an karena
ia tidak bisa ditandingi oleh siapapun, bahkan orang Arab sendiri meskipun ia
hanya tersusun dari huruf-huruf muqatho’ah, ia berguna sebagai peringatan,
memperindah bahasa, menarik perhatian orang musyrik agar mereka memusatkan
perhatiannya kepada Al-Qur’an yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.
Huruf-huruf muqatho’ah ini juga merupakan ayat-ayat mutasyabihat artinya
Allah saja yang mengetahui secara pasti maksud dari pada ayat tersebut, namun
boleh saja menafsirkannya selama tidak bertentangan dengan aturan yang telah
ditentukan.
Huruf-huruf muqatha’ah juga memiliki perbedaan yang lain dari segi
penempatannya yang berulang-ulang pada surat yang berlainan, dan ada yang hanya
dipakai dalam satu surat, misalnya Nun sedangkan huruf muqatho’ah yang
dipakai secara berulang-ulang dalam permulaan surat contohnya, Alif Lam Mim,
Alif Lam Ra, Ha Mim, kemudian akan ditemukan bahwa surat-surat
yang dimulai dengan huruf yang sama, isi dan karakteristisnya hampir sama pula
dan hal itu tidak dijumpai pada surat-surat yang lain.[13]
E.
Peranan
Fawatih Al-Suwar
Dalam Memahami Pesan-pesan Al-Qur’anbanyak para mufassir yang hanya memperkirakan makna dari pada huruf-huruf
pada awal surat. Hal ini disebabkan keterbatasan pemahaman dan latar belakang
pengetahuan mereka sehingga untuk makna yang hakiki dari ayat tersebut
dikembalikan kepada Allah SWT.
Dalam sebuah
riwayat, Abu Bakar pernah berkata:
في كل كتاب سروسوه في القر أن أو اءل السور
Artinya : Pada
tiap-tiap kitab itu ada rahasia, dan rahasia dalam Al-Qur’an adalah permulaan-permulaan
suratnya.
Adapun peranan Fawatih al-Suwar
dalam memahami pesan-pesan Al-Qur’an adalah untuk menarik perhatian
manusia agar mendengarkan dan memahami isi Al-Qur’an. Karena biasanya manusia
selalu tertarik terhadap sesuatu yang asing atau unik, yang belum pernah
didengar. Huruf-huruf itu jelas merupakan sesuatu yang asing bagi masyarakat
Arab, mereka tidak pernah menggunakannya dalam berkomunikasi antar sesama
mereka. Maka itulah sebabnya, setelah huruf potong itu selalu diiringi oleh
ayat-ayat yang bercerita tentang Al-Qur’an.[14]
Sebagaimana dikatakan oleh Rasyid Ridha bahwa letak keindahan pembicara
adalah ketika ia menyadarkan perhatian pendengarnya, sebelum melontarkan
uraiannya, agar mereka dapat menangkap dan menguasai pembicaraannya.[15]
Pendapat lain adalah bahwa huruf-huruf itu berfungsi sebagai tanbih
(peringatan). Dalam tradisi Arab, ucapan yang digunakan sebagai peringatan
adalah ha tanbih. Maka demikian pula Al-Qur’an. Karena isi surat yang
diawali huruf-huruf itu pada umumnya berisi tentang Al-Kitab dan kenabian, dua
hal yang paling pokok dalam Islam, maka Allah SWT perlu memperingatkan
orang-orang musyrikin Arab Mekkah terlebih dahulu agar mereka dapat memahami
dan menerima kandungan-kandungan Al-Qur’an.
F.
Pendapat Para
Ahli Terkait Huruf Muqatta’ah dalam fawatih AS-Suwar
Pertama huruf muqattah termasuk huruf
mutasabihat yang tidak seorangpun yang
dapat mengetahui takwilnya kecuali Allah Swt .Asy-Sya’bi dan mayoritas sarjana
(ilmuwan) muslim mendukung pendapat ini .Ibnu Mas’ud Al-farra’ menyatakan bahwa maksud
digunakannya huruf muqatta’ah sebagai pembuka
dalam surah al-Qur’an.[16]
Senada dengan ini,mereka yang berpendapat bahwa tidak ada yang dapat
mengetahui makna dari huruf muqatta’ah kecuali Allah sendiri.manusia
tidak wajib membincangkannya ,dan yang penting hanya mengimaninya. Karena, huruf
mukatta’ah yang menjadi pembuka surah
merupakan rahasia tuhan atau hanya tuhanlah yang tau makna dari huruf-huruf
tersebut. Abu bakar as-siddiq pernah berkata : dalam kitab allah ada rahasia,
dan rahasia allah di dalam al-quran adalah terletak pada huruf-huruf yang ada
di dalam surah (pawatih as-suwar) .
Kedua masing-masing huruf muqata’tah
menunjukkan pada sebuah nama surah yang dibuka dengan huruf tersebut. Nama
surah ini tidak dalam pengertian nama secara hakiki,hanya sebatas nama pembuka.
Pendapat seperti ini mirif dengan pendapat sebaguian sarjana muslim yang
mengatakan bahwa huruf muqatta’ah
adalah nama-nama al-Quran.
Ketiga huruf muqatta’ah ditakwil
sebagai huruf abjad atau huruf biasa. Penakawilan huruf muqattaah seperti ini
disiyalir sebagian sarjana muslim klasik
sebagian takwilan yahudi dan
berbau isra’illiyat yang merasuk kedalam islam.[17]
Keempat huruf muqatta’ah merupakan
nama-nama Allah.misalnya,alif lam mim yang berarti ana Allah a’lam(aku Allah
lebih maha mengetahui )alif lam mim ra yang berarti ana allah a’lam wa ara (aku
Allah lebih mengetahui dan Melihat Alif lam mim sad yang berarti ana allah
a’lam wa afsal ( Aku Allah lebih Maha Mengetahui dan menjelaskan ) Al-Hadi
(yang maha mengetahui )
Kelima, huruf itu mengisyaratkan pada
sumpah-sumpah yang digunakan allah. Seolah-olah Allah bersumpah dengan huruf-huruf tersebut bahwa
sebenarnya Al-Qura’n merupakan kalamn-nya. Huruf-huruf ini sangat
mulia karena menjadi komponen (huruf ) kitab-nya yang diturunkan kepada Nabi
saw.
Keenam, bahwa maksud huruf muqatta’ah adalah huruf mu’jam (kamus).artinya,ia
merupakan symbol dari huruf-huruf (Arab) yang ada,
Para ulama ulumul quran berbeda
pendapat mengenai makna dan tafsiran fawatih as-suwar .diantaranya sebagai
beriku:[18]
1.
Fawatih
as-suwar termasuk dalam kelompok
ayat-ayat mutasyabihat.para ulama yang berpendapat demikian di antaranya
al-Qurtubiy,Asy-Sya’by, dan Asy-Syaukani,mereka berpendapat bahwa fawatih as-suwar termasuk golongan mutasyabihat
yang hanya Allah sendiri yang mengetahui tafsirnnya.hal ini sebagaimana
dikatakandalam firman Allah Swt.(Q.S Ali imra :7)
Dialah yang menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) diantaranya ada
ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok kitab (Al-Quran ) dan yang lain
mutasyabihat,Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesehatan,
mereka mengikuti yang mutasyabiahat untuk mencari –cari fitnah dan untuk
mencari-cari takwilnya ,padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali
Allah dan orang-orang yang ilmunya
mendalam berkata,Kami beriman kepadanya ayat-ayat yang mutasyabihat, (Al-qur’an)
semuanya dari sisi Tuhan kami.Dan tidak dapat mengambil
pelajaran (dari padanya) melainkan orang-orang yang berakal.
2. fawatih as-suwar
sebagai adat tambih (alat peringatan) .menurut Al-juwaini dan
Al-kawaibi.pada suatu waktu Nabi Muhammad saw.dalam keadaan sibuk, Allah swt.
Memerintahkan kepada malaikat Jibril supaya surah-surah tersebut dimulai dengan
huruf-huruf almuqatta’ah, Ha Mim,
Alif, Lam, dan sejenisnya agar nabi Muhammad lebih terfokus. Walaupun disatu
sisi Ridla membenarkan Fawatih as-suwar sebagai tambih,tambih tersebut
semata-mata ditunjukkan kepada kaum musriykin Mekkah dan kepada Ahlul Al-Kitab
di madinah.beliau memberikan argumen
bahwa orang-orang kafir pada waktu itu satu sama lain menganjurkan agar
tidak mendengar Al-Quran di saat Nabi Muhammad saw.membacakannya. sebagaimana
dikatakan dalam firman Allah “Dan
orang-orang kafir berkata,’janganlah
kamu mendengarkan (bacaan) Al-Quran ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya,
supaya agar kamu dapat mengalahkan (mereka)”(Q.S.Fussilat [41] : 26)
3. fawatih as-suwar sebagai nama surah. Dikatakan oleh Zamakhasyari dan
Muhammad Abdul bahwa kebanyakan ahli tahkik menyatakan fawatih as-suwar itu
adalah nama bagi surah-surah yang bersangkutan, mereka berpegang pada hadis Abu
Hurairah yang diriwayatkan oleh
Bukharari dan Muslim.
”Dari Abu Hurairah r.a,sesungguhnya Rasulullah
Saw.pada shalat shubuh di hari jumat membaca Alif Lam Mim Assajdah dan hal
ata’Ala al-insana. (H.R.bukhari)
4.
fawatih
as-suwar sebagai nama Allah. Sebagai mufasirin menyandarkan pendapatnya kepada
Ibnu’Abbas,bahwa fawtih as-suwar adalah ahrufun
muqatta’atun yang masing-masing
diambil dari asma ( nama) Allah, sehingga setiap huruf memiliki makana yang
sesuai dengan kandungan surah.
KESIMPULAN
Fawatih al-Suwar adalah suatu ilmu yang mengkaji tentang bentuk-bentuk
huruf, kata atau kalimat permulaan surah-surah Al-Qur’an, yang mana di dalam
Al-Qur’an ada sepuluh macam bentuk Fawatih al-Suwar yaitu:
1.
Pembukaan
surat dengan lafaz pujian الثناء
2.
Pembukaan
surat dengan lafaz النداء (panggilan)
3.
Pembukaan
surat dengan jumlah Khabariyyah (kalimat berita)
4.
Pembukaan
surat dengan huruf Qasam (sumpah)
5.
Pembukaan
dengan huruf syarat
6.
Pembukaan
surat dengan Amar (perintah)
7.
Pembukaan
surat dengan bentuk Istifham (pertanyaan)
8.
Pembukaan
surat dengan lafaz do’a.
9.
Pembukaan
surat dengan Ta’lil (ilat)
10. Pembukaan surat yang dimulai dengan huruf Muqatha’ah
(huruf potong)
Para ulama berbeda pendapat mengenai kemampuan manusia mengetahui makna
huruf muqaththa’ah (huruf potong) yang terdapat di awal beberapa surat. Fawatih
al suwar dengan huruf-huruf muqatho’ah merupakan kemukjizatan Al-Qur’an karena
ia tidak bisa ditandingi oleh siapapun, bahkan orang Arab sendiri meskipun ia
hanya tersusun dari huruf-huruf muqatho’ah, ia berguna sebagai peringatan,
memperindah bahasa, menarik perhatian orang musyrik agar mereka memusatkan
perhatiannya kepada Al-Qur’an yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.
DAFTAR
PUSTAKA
Anwar,
Rosihan, Ulumul Qur’an, Bandung: Pustaka Setia, 2004
Muhammad bin
Jamil, Bagaimana Kita Memahami Al-Qur’an, (Terj. Muhammad Qawwam, Abu
Luqman), Judul Asli: Kaifa Nafhamu Al-Qur’ana Anwa’u At-Tafsiri wa Syarhu
ba’dhi Ayi Al-Qur’ani, Malang: Cahaya Tauhid Press, 2006
Yusuf, Kadar
M., Studi Al-Qur’an, Jakarta: Amzah, 2010
Zaini, Hasan
dan Radhiatul Hasnah, ‘Ulum Al-Qur’an, Batusangkar: STAIN Batusangkar
Press, 2011
Gunawan, Heri,
dan Suparman Deden, Ulumul Qur’an, Bandung: CV Arfino Raya, 2015
[1]Hasan Zaini dan Radhiatul Hasnah, ‘Ulum
Al-Qur’an, (Batusangkar: STAIN Batusangkar Press, 2011), h. 165
[2]Kadar M. Yusuf, Studi Al-Qur’an,
(Jakarta: Amzah, 2010), h. 55
[3]Hasan Zaini dan Radhiatul Hasnah, Op.cit.,
h. 174
[4]Rosihan Anwar, Ulumul Qur’an,
(Bandung: Pustaka Setia, 2004), h. 139
[5]Hasan Zaini dan Radhiatul Hasnah, Op.cit.,
h. 174
[7]Rosihan Anwar, Op.cit, h. 137
[9]Kadar M. Yusuf, Op.cit., h.
58
[10]Muhammad bin Jamil, Bagaimana
Kita Memahami Al-Qur’an, (Terj. Muhammad Qawwam, Abu Luqman), Judul Asli:
Kaifa Nafhamu Al-Qur’ana Anwa’u At-Tafsiri wa Syarhu ba’dhi Ayi Al-Qur’ani,
(Malang: Cahaya Tauhid Press, 2006), h. 335
[11]Hasan Zaini dan Radhiatul Hasnah, Op.cit.,
h. 169
[14] Kadar M. Yusuf, Op.cit., h.
59
[15]Rosihan Anwar, Op.cit., h.
138
[16] Heri Gunawan dan Deden Suparman, Ulumul Qur’an, (Bandung: CV Arfino
Raya, 2015), h.100
[17]
Ibid.,
[18] Ibid., h. 101
Assalamu alaikum wb.wr
BalasHapusCoba saudari paparkan contoh dalam ayat yang menggunakan kata2 tasbih yng terdapat dlm suroh al-Hadid.
Terimakasih
Assalamu alaikum wb.wr
BalasHapusCoba saudari paparkan contoh dalam ayat yang menggunakan kata2 tasbih yng terdapat dlm suroh al-Hadid.
Terimakasih
Pengertian fawatih al-suwar dan contohnyacontohnya!
BalasHapusAssalamualaikum ..
BalasHapusYg ingin saya tanyakan
Coba saudari jelaskan apa pengertian fawatih al-suwar itu dan jelaskan menurut pemahaman saudari yg mudah di mengerti ...
Terimakasih ..
assalamu alaikum, coba saudari pemalah jelaskan apa yang dimaksud dengan pembukaan surat amar [ perintah] jelaskan secara rincih
BalasHapusassalamualaikum
BalasHapussaya ingin bertanya apakah semua surat pembukaan semua nya tidak mengandung arti seperti yasiin, dan jika ada yang memiliki arti maka apakah harus mengand.ung lafaz pujian kepada Allah swt
assalamu alaikum coba saudari jelaskan tentang pegertiya fawatih al suwar sekiyan wasalam
BalasHapuscoba saudari jelaskan bagaimana yg di maksud degan pembukaan surat amar [perintah] menurut saudari sekiyan wasalam
BalasHapusby :maisaroh nasution
Assalamu alaikum wr. Wb.
BalasHapusSaya ingin bertanya yang pertanyaan saya ialah coba saudari jlskan mengenai fawatih al-suwar dan beri contohnya
Assalamu alaikum wr. Wb.
BalasHapusSaya ingin bertanya yang pertanyaan saya ialah coba saudari jlskan mengenai fawatih al-suwar dan beri contohnya
Berikan contoh fawatih assuar?
BalasHapusBerikan contoh fawatih assuar
BalasHapusCoba jelaskan apa itu fawatih as suwar??
BalasHapusNisa
Coba jelaskan apa itu fawatih as suwar??
BalasHapusNisa
Pengertian fawatih
BalasHapusal-suwar dan contohnya
Jelaskan yang dimaksud dengan surah pembukaan amar(perintah)
BalasHapus