Fase Turunnya Al-Qur’an
BAB II
PEMBAHASAN
A. Fase Turunnya Al-Qur’an
Al-Qur’an itu
diturunkan secara berangsur-angsur bukan sekaligus semuanya. Memang sudah
diperoleh kenyataan dari dari pemeriksaan yang lengkap, bahwa Al-Qur’an
diturunkan menurut keperluan: lima ayat, sepuluh ayat, kadang-kadang lebih dan
kadang-kadang hanya setengah ayat.
Ayat-ayat yang
sepuluh ayat turunnya, ialah ayat-ayat yang mengkisahkan tentang tuduhan
terhadap ’Aisyah dalam surat An-Nur dan ayat-ayat yang dipermulaan surah
Al-mu’minun. diantara yang setengah saja diturunkan, ialah firman Allah SWT :
çöxî Í<'ré& ÍuØ9$#
“Yang selain dari orang yang mempunyai kemelaratan (halangan)”.(QS An-Nissa
:95)
4 ÷bÎ)ur óOçFøÿz \'s#øtã t$öq|¡sù ãNä3ÏZøóã ª!$# `ÏB ÿ¾Ï&Î#ôÒsù bÎ) uä!$x© 4 cÎ) ©!$# íOÎ=tæ ÒOÅ6ym ÇËÑÈ
“Dan jika kamu takut kepapaan, maka kelak Allah akanmengayakan
kamu dari keutamaanNya, jika iya kehendaki bahwasanya Allah sangat mengetahui
dan sangat bijaksana”.(QS At-Taubah: 28)
Kata An Nakhrawy dalam kitab Al Waqaf adalah Al Qur’an diturunkan secara
bercerai-cerai,satu ayat, dua ayat, tiga ayat, empat ayat dan lebih banyak dari
itu. Diriwayatkan oleh Baihaqy dari Khalid Ibn Dinar, ujarnya ; “Abul aliyah
berkata : pelajarilah Qur’an lima ayat- lima ayat, karena Nabi
menerimanya dari Jibril, lima ayat- lima ayat. Yakni Jibril lebih menyampaikannya
kepada Nabi sejumlah itu, sesudah Nabi menghafalnya, barulah di sampaikan yang
lain.
Kata setengah ‘ulama diantara ayat-ayat Al Qur’an, ada yang diturunkan
bercerai-bercerai, ada yang diturunkan secara berkumpul-kumpul. Bagian pertama
surah itu lebih banyak. Contohnya dalam surah-surah pendek, Iqra’bismi
rabbika. Pada permulaan diturunkan hanya sampai kepada Ma lam ya’lam.
Wadldluha pada permulaan diturunkan hanya sampai kepada Fatardla. Di
antara contoh yang diturunkanberkumpul, ya’ni sepenuh surat diturunkan
sekaligus ialah surat Al-Fatihah, Al Ikhlas, Al Kautsar, Tabbat,Lam yakun,
An Nasr dan Al Mu’auwidzatani. Di antara surat yang panjang yang diturunkan
sekaligus ialah surah Al Mursalat.[1]
B. Bentuk-Bentuknya
1. Nama Dan Bagian-Bagian Liturgis
Kitab suci kaum muslimin lazim di
sebut (dengan transliterasi yang keta) Al-Qur’an. Untuk tujuan pembacaannya,
kaum muslimin membagi Al-Qur’an kedalam tiga puluh bagian atau juz. Pembagian
tiga puluh juz berkaitan dengan jumlah hari pada bulan Ramadhan, bulan puasa,
ketika satu juz Al-Qur’an dibaca setiap harinya. Juz-juz biasanya di beri
tanda-tanda pinggiran halaman kitab suci tersebut. Dalam setiap juz terdapat
dua hizb. Untuk memudahkan pembacaan dalam seminggu, juga terdapat suatu
pembagian Al-Qur’an kedalam tujuh manazil. Keseluruhan ini merupakan
bagian-bagian luar yang kurang atau tidak di perhitungkan dalam bagian-bagian
Al-Qur’an yang lazim yakni surat-surat dan kelompok-kelompok surat.
2. Surat Dan Ayat
Surat merupakan bagian tubuh
Al-Qur’an yang sebenarnya. Pandangan umm yang paling diterima adalah bahwa kata
tersebut bersal dari bahasa ibrani “shurah” artinya suatu deretan
bekas-bekas batubata didinding dan bekas pepohonan anggur.
Surat terbagi kedalam ayat diistilahkan dalam bahasa arab.
Kata ini juga digunakan dalam teks Al-Qur’an. Pada umumnya kata aya lebih
bermakna”tanda”, “mukzijat”.
3. Huruf-Huruf Misterius
Pada permulaan 29 surah, setelah
bismillah, terdapat suatu huruf atau kelompok huuf, yang secara sederhana
dibaca sebagai huruf-huruf abjad yang terpisah. Huruf-huruf ini merupakan suatu
misteri. Tidak ada penjelasan yang memuaskan tentang maknanya, jika memang ada
yang perna diberikan juga tidak pernah ditemui alas an yang memungkinkan
tentang kemunculannya dalam posisi awal surah-surah Al-Qur’an.
4. Bentuk Dramatis
Telah kita ketahui bahwa nabi
menyakini bahwa pesan ketuhanan dating kepadanya melalui bisikan dari luar, dan
ia juga menarik perbedaan jelas antara apa yang dating kepadanya melalui cara
semacam ini dengan pikiran dan perkataan sendiri.[2]
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Al-Qur’an
1.
Pengertian Al-Quran Secara Etimologi ( Bahasa )
a. Al-Lihyani: Al- Quran merupakan nama
bagi firman Allah yang diturunkan Kepada nabi kita Muhammada SAW
b. Az-Zujaj: Al-Quran merupakan nama
bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi yang menghimpun surat-surat
, dan kisah-kisah, juga perintah dan larangan atau menghimpun
intisari kitab-kitab suci sebelumnya,
c. Al-asya`ri: Al-Quran adalah
kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yangsaling menguatkan danterdapat kepemimpinan
antara ayat satu dengan ayat lainnya.
d. Al- Farra: Al-Quran dalah kumpulan
yang terdiri atas ayat-ayat yang saling menguatkan dan terdapat klemiripan
antara yang satu dengan yang lainnya
e. Pendapat Lain: Al-Quran adalah
himpunan intisari kitab-kitab Allah yang lain bahkan seluruh ilmu yang
ada
2.
Pengertian Al-Quran Secara Terminologi ( Istilah )
a. Al- Jurajani : Al- Quran adalah
kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ditulis dalam mushaf dan
diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan
b. Manna al-Qatthan : Al-Quran adalah
kiatb ynag diturunkan Allah kepada Nabi uhammad SAW dan orang
yang membacanya akan memperoleh pahala.[1]
B.
Nama-Nama
Al-Qur’an
Selain nama
Al-Quran, ada beberapa nama lain dari Al-Quran. Yaitu :
1. Al-Furqan.
Al-Quran juga
disebut Al-Furqan, yaitu pembeda antara yang hak dan yang batil.
Artinya : dan
kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan[
Yaitu di hari bertemunya dua pasukan. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. Al-Anfal 41
2. Al-Burhan.: Artinya
ialah bukti yang menunjukkan kebenaran.
Artinya : Hai
manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu.
(Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang
terang benderang (Al Quran). QS. An-Nisaa 174
3.
Al-Kitab: Artinya tulisan, buku.
Artinya: Kitab
(Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
QS. Al-Baqarah 2 Tuhan menamakan Al Quran dengan Al kitab yang di sini berarti
yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.
4. Al-Huda: Artinya
petunjuk
Artinya :
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil). QS. Al-Baqarah 185
5. Adz-Zikir:
Artinya pembei peringatan.
Artinya
:Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya. QS. Al-Hijr 9
6. Al-Mau’idhah:
Artinya pelajaran atau nasihat.
Artinya : Hai
manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman. QS. Yunus 57
7. Asy-Syifaa:
Obat atau penyembuh.
Artinya : Hai
manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman. QS. Yunus 57
8. Al-Hukm:
Peraturan atau hukum.
Artinya : dan
Demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar)
dalam bahasa Arab[776]. dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah
datang pengetahuan kepadamu, Maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara
bagimu terhadap (siksa) Allah. QS. Ar-Ra’d 37
9. Al-Hikmah:
Kebijaksanaan.
Artinya ;
Itulah sebagian Hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. dan janganlah kamu
Mengadakan Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan
ke dalam neraka dalam Keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). QS.
Al-Israa’ 39
10. Al-Huda.:
Petunjuk.
Artinya : dan
Sesungguhnya Kami tatkala mendengar petunjuk (Al Quran), Kami beriman
kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, Maka ia tidak takut akan
pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.
QS. Al-Jinn 13.[2]
C.
Proses Turunnya Al-Qur’an
Surah-surah dan ayat-ayat Al-Qur’an tidak
diturunkan langsung sekaligus, melainkan secara bertahap-tahap selama 23 tahun.
Ada beberapa ada bagian sesuai perbedaan tempat
turun, waktu, sebab, dan kondisinya yaitu:
1.
Sebagian surah dan ayat Al-Qur’an itu Makkah
dan sebagian lagi Madinah. Yang diturunkan sebelum Nabi Hijrah dari Mekkah
dinamakan Makkiah. Ini merupakan bagian terbesardari surah-surah Al-Qur’an,
khususnya surah-surah yang pendek. Dan yang diturunkan sesudah Nabi Hijrah
dinamakan Madaniah, atau bahkan di kota Makkah sendiri.
2.
Sebagian surah dan Ayat Al-Qur’an ada yang
diturunkan ketika nabi sedang melakukan perjalanan (safar), dan sebagian
lagi ketika beliau tidak sedang dalam berpergian. Begitu juga, ada yang turun
di waktu malam dan turun di waktu siang, ada yang turun di waktu perang, ada
juga yang turun di waktu damai, ada yng turun dilangit dan ada yng turun di
bumi, dan ada yang turun ketika nabi berada di tengah-tengah orang banyak, dan
ada pula yang turun ketika nabi sedang sendirian.
3.
Sebagian surah ada yang diturunkan secara
berulang-ulang, seperti surah Al-Fatihah, yang di turunkan di Makkah dan di
Madinah.[3]
[1] Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Sejarah Dan Pengantar Ilmu
Al-Quran Dan Tafsir, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2000) hal.3-5
[2] http://coretanbinderhijau.blogspot.co.id/2013/06/makalah-pengertian-al-quran.html, Diunggah Pada Tanggal 01-09-2017,
Pada pukul 17.00 WIB
[3] Sayyid Muhammad Husain thabathaba, memahami esensi Al-Qur’an,
(Jakarta: lentera,2003), hal. 130-134
Komentar
Posting Komentar